12.24.08
Soal TEK
Kawan-kawan, soal untuk ujian besok, kisi-kisi soalnya berikut ini seperti yang sudah dijanjikan oleh dosen Goro Binarjo. Silahkan dikerjakan dan mohon kasi contekan buat teman-temannya, kalo sempet.. hahaha
Tapi bisa juga ente-ente kerjain sendiri karna udah pada gede!!! yeeee… Selamat Mengerjakan Soal dengan mencontek!!
1. Dalam menganalisis demand for labor dapat didekati melalui in the long run maupun in the short run. Saudara diminta menjelaskan permintaan TK in the short run !
2. Mengapa upah buruh di Malaysia lebih tinggi dari Indonesia ?
3. Jelaskan mengapa kurva penawaran TK berbentuk backward bending ?
4. Landasan teori yang dapat digunakan untuk mendekati pengalokasian waktu bagi individu, apa? Jelaskan !
5. Menurut saudara, pengembangan sumberdaya manusia yang tepat dalam sektor agribisnis di Indonesia, bagaimana ?
..
..
Gambar di bawah ini cuma untuk diliat yaaa.. kawan
12.19.08
Kurban dan Pengorbanan di Hari Lainnya
Di hari makan minum, pada awalnya tumbal. Ada kesempatan, bersuka cita setelah juntai sekian ternak berkaki empat. Pada hari berkurban, nuansa makan dan semua kenyang.
Barangkali pemakmuran, memberi dan itu persembahan.
Entah bagaimana persisnya ketika Ismail ditukar binatang, tatkala sembelih hendak diselenggarakan Ibrahim mematuhi perintah Tuhan. Konon dari mimpi yang ditafsiri.
Anak yang diharapkan dari Hajar. Pada serenade gurun pasir, menahun sehingga mata air zam-zam memberi minum, menyatakan fatamorgana tanah tandus jadi Mekkah.
Al-Mukarramah, tanah suci dan disucikan.
Kepatuhan yang jadi histori, dan nilai histori yang terus dipelihara. Didaur ulang sebagai bentuk ibadah Islam. Itu dari Tuhan, hanya iman yang mengamini.
Jauh dari sekian abad peradaban, di Indonesia, di sekitar saya tinggal, dari media yang meliput momen kuban sejak pagi shalat li idil adha, penyembelihan dan pembagian iris daging. Ada penyakit ditemukan di paru binatang kurban, di Bali dan daerah tertentu. Ada penjual kambing yang sisa banyak, ternaknya tidak laku, di Jakarta dan lainnya.
Ada duyun-berduyun pengambil hak, terdesak, jatuh pingsan.
Di hari makan dan minum, tetanggaku mendadak jumawa. Berdecak memakan menu yang dibuatnya setahun sekali. Ada tetanggaku, merasa berjasa. Ada aku yang menceritakan nilai dan kenyataan.
Sejak momen, tepatnya hanya pada momen, keadaan masyarakat berubah. Di hari keagamaan semuanya memanfaatkan momen. Untuk makan-untuk minum-untuk beribadah-tapi tidak berubah pada hari selanjutnya. Orang mengorbankan orang.
Tidak ada nilai berkorban. Memang kita adalah korban sesama. Selalu begitu setiap harinya, momen yang tidak asing.












